Sunday, January 30, 2000

Cara Menyimpan Obat yang Benar

Cara Menyimpan Obat yang Benar
Obat bermanfaat sebagai penyembuh. Namun siapa sangka, obat juga berpotensi mendatangkan malapetaka. Karena itu, dengan pengetahuan tentang obat dan penggunaannya secara tepat dan aman, anda akan terhindar dari bahaya yang mungkin ditimbulkan olehnya. Bahkan, anda juga akan lebih banyak memetik manfaatnya, seperti halnya anda memetik manfaat dengan melakukan sarapan pagi
Seiring dengan kesadaran akan pentingnya kualitas kesehatan, pemakaian obat juga terjadi peningkatan. Orang cenderung mempunyai persediaan obat dirumah untuk keadaan-keadaan darurat tertentu atau bagi orang-orang yang memang harus mengkonsumsi obat dalam jangka waktu tertentu. Obat membutuhkan perlakuan khusus dalam penyimpanan tergantung dari karakteristiknya sehingga obat tetap bisa dipakai dan tidak kehilangan efeknya.

Berikut ini tips penyimpanan obat yang benar yang dapat dilakukan di rumah:
  1. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  2. Jika anda punya kebiasaan untuk menyimpan obat ditempat yang mudah terlihat agar mudah ingat untuk meminumnya, tinggalkan wadah obat yang kosong ditempat itu dan simpan obatnya pada tempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak.
  3. Simpan sesuai dengan petunjuk yang tertera
Kebanyakan obat dapat disimpan pada tempat sejuk dan kering yaitu pada suhu kamar yang jauh dari sumber panas. Jika obat tidak tahan terhadap cahaya maka dapat digunakan botol bewarna coklat atau botol plastik yang tidak tembus cahaya. Beberapa obat harus disimpan di lemari pendingin tapi jangan disimpan di freezer.

Simpan obat dalam kemasan aslinya
Penandaan pada kemasan asli serta brosur jangan dibuang, karena pada etiket obat tersebut tertera cara penggunaan dan informasi penggunaan obat yang penting. Ini penting agar Anda selalu mengetahui keterangan obat dengan lengkap.
Hal-hal lain yang harus diperhatikan:
  • Simpan obat dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan jangan terkena sinar matahari langsung karena obat akan rusak jika terkena sinar matahari langsung
  • Jangan menyimpan tablet atau kapsul di tempat panas atau lembab karena dapat menyebabkan obat tersebut rusak
  • Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan obat
  • Jangan meletakkan obat dalam mobil dalam jangka waktu lama karena perubahan suhu dapat merusak obat
  • Sebelum minum obat selalu lihat tanggal kadaluarsa pada kemasan obat dan jangan simpan obat yang telah kadaluarsa, apalagi sampai mencampur obat kadaluarsa dengan obat yang masih baik 
  • Sebaiknya tidak mencampur berbagai jenis obat dalam satu wadah
Jadi, ingatlah bahwa menyimpan obat secara aman, bukanlah hal yang remeh ataupun sepele. Kenyataannya, tidaklah jarang terjadi seseorang mengalami keracunan obat akibat salah minum obat, atau meminum obat yang sudah rusak. Ironis kan kalau obat yang sedianya diresepkan dokter demi kesembuhan malah menyebabkan masalah kesehatan yang baru yang tak kalah seriusnya. Jangan sampai kecerobohan dan keteledoran membawa musibah dan bencana. So, berhati-hatilah menyimpan obat sebagaimana berhati dalam memilih obat, agar terhindar dari obat palsu.

CARA  PENGGUNAAN OBAT

Ketika seseorang mendapatkan obat dari apotik berdasarkan resep dokter, seakan-akan menggunakannya nampak mudah. Namun bukan tidak mungkin penderita menjadi kebingungan sesampainya di rumah. Terlebih jika yang mengambil obat bukan penderita, sehingga informasi yang diberikan oleh petugas apotik kepada pengambil obat (keluarga atau orang lain) tidak diterima secara utuh oleh penderita.

Hal yang sama dapat terjadi juga pada penderita anak-anak manakala yang mengambil obat bukan orang tuanya sendiri. Boleh jadi informasi yang diterima orang tua si anak tidak lengkap sebagaimana penjelasan dari petugas apotik.

Apapun bentuk obat yang diberikan dokter, seyogyanya para pasien (keluarganya) memperhatikan dan memahami tata cara penggunaan obat sebelum menggunakannya. Untuk itu, tak ada salahnya kita simak garis-garis besar Tips Menggunakan Obat sebagai berikut:

Pastikan obat yang akan digunakan sudah tepat. 
Cek ulang aturan pakai pada etiket, diantaranya:
(a) berapa kali sehari,
(b) pada obat minum, diminum sebelum atau sesudah makan,
(c) fungsi obat,
(d) pada obat tetes, berapa tetes sekali pakai dan berapa kali sehari, dll.

Selanjutnya, ikuti penggunaan obat sesuai anjuran.
  1. Hindari merubah cara minum obat tanpa persetujuan dokter. Seandainya dianjurkan minum sekali sehari, jangan diminum 2 kali dengan dosis terbagi.  Demikian pula jika seandainya pada etiket tertulis 4 kali sehari, jangan diminum 2 kali 2 sehari. Hal ini dikarenakan efek farmakokinetiknya akan berbeda.
  2. Jangan menambah dosis obat maupun frekuensi minum obat dengan harapan agar cepat sembuh.
  3. Jika merasa ragu-ragu dalam memahami cara penggunaan obat, hendaknya bertanya kepada dokter atau apoteker.
  4. Jangan memberikan resep obat kepada orang lain walaupun memiliki keluhan yang sama. Hal ini dikarenakan pertimbangan dokter dalam pemilihan jenis obat, dosis, frekuensi, lamanya penggunaan dan kombinasi obat bersifat individual. Selain itu, perlu dipahami bahwa setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap obat.
  5. Hindari minum minuman beralkohol selama minum obat agar tidak terjadi efek yang tidak diinginkan.
  6. Pastikan anda memberitahu dokter jika sedang hamil (atau sedang menyusui) agar diberikan obat yang aman.
  7. Dalam hal minum antibiotika, hendaknya dihabiskan meski merasa sudah sembuh. Ini dimaksudkan agar kuman benar-benar terbasmi dan tidak menimbulkan infeksi ulang.
  8. Katakan kepada dokter andaikata anda sedang minum obat lain, agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan.
  9. Tanyakan kepada dokter apakah ada obat yang menimbulkan efek mengantuk, terutama jika dalam aktifitas keseharian memerlukan konsentrasi tinggi seperti mengemudi atau mengajar. Hal ini penting agar penggunaan obat sedapat mungkin tidak mengganggu aktifitas sehari-hari.
  10. Pastikan mengembalikan obat ke dalam klip plastik setelah menggunakan obat agar tidak keliru dosis dan cara penggunaannya. Untuk obat berbentuk sirup, kocok dahulu sebelum digunakan (terutama sirup berbentuk suspensi yang kental agar merata), segera tutup kembali agar tidak tercemar dan obat tetap stabil.
  11. Hendaknya menyimpan obat pada suhu kamar, bukan di kulkas, kecuali untuk obat berbentuk supposutoria.
  12. Pastikan obat tersimpan aman dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan.
  13. Jangan gunakan obat yang sudah kadaluwarsa.
  14. Jika memiliki riwayat alergi obat, sampaikan kepada dokter sebelum dokter meresepkan obat.
  15. Segera hubungi dokter jika merasakan keluhan semakin berat setelah menggunakan obat. Begitu juga jika timbul keluhan lambung setelah menggunakan obat minum.
  16. Jika mengalami alergi setelah menggunakan obat, misalnya: gatal-gatal, timbul ruam kulit, pembengkakan bibir, sesak nafas, hendaknya kembali ke dokter yang sama sambil menunjukkan obat dan reaksi alergi yang ditimbulkannya. Jangan lupa untuk meminta catatan alergi obat kepada dokter. Catatan tersebut hendaknya ditunjukkan ke dokter manapun ketika suatu saat berobat agar tidak diberi obat dengan kandungan yang sama.
Akhirnya, penggunaan obat hendaknya selalu mengikuti anjuran dokter dan penjelasan apoteker agar tercapai pengobatan yang optimal dan bermanfaat untuk perawatan penyakit.

0 comments:

Post a Comment